Portal Baca

Ruang Baca buat mu dan ruang berbagi buat ku

  • Home
  • Portal Baca
  • Rekam Jejak
  • Galeri
  • Info

CATEGORY >


 Lihat.....

Ketika melihat langit 

Langit tampak begitu indah 

Dengan kecerahan awan oleh sang Surya 

Namun ....

Seperti kata banyak orang 

Langit tak selalu cerah 

Terkadang langit tampak gelap 

Dipenuhi awan mendung ....


Sejenak .....

Mendung memang menutupi cahaya 

Tapi, di balik mendung nya awan itu 

Banyak keberkahan yang akan Allah kirim 

Teruntuk para hamba-Nya di manapun berada 


Layaknya awan mendung....

Kurasa, aku memilikinya di sisiku 

Dan tak terkira nikmat yang Allah berikan 

Untukku dengan hadirnya awan mendung ini di sisiku 


Lihatlah ....

Dan ia tak selamanya mendung....

Ia juga akan hadirkan cerah 

layaknya awan putih usai melaksanakan tugas dari Rab nya....

Begitupun awan mendung ku....

Ia hadirkan cerah dalam kehidupanku 

Ia hadirkan berbagai warna di tiap hariku

Ia memberikan ku awan putih 

Kini melengkapi keberkahan kehidupan ku dan dirinya 

Sungguh tak dapat ku ragukan karunia dari Ar Rahman ar Rahim ...

Semoga nikmat ini semakin menambah kecintaan kami kepada Mu ya Rabbi

Semakin menguat keimanan dan keistiqomahan kami dalam memuja Mu Rabbul Alamin

Ilham-Dewi-Habib 














Share on:

A.    Bacaan QS Al-Maidah [5] ayat 90-91 dan ayat 32
1.      QS Al-Maidah [5] : 90-91

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡخَمۡرُ وَٱلۡمَيۡسِرُ وَٱلۡأَنصَابُ وَٱلۡأَزۡلَٰمُ رِجۡس مِّنۡ عَمَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِ فَٱجۡتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ .  إِنَّمَا يُرِيدُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَن يُوقِعَ بَيۡنَكُمُ ٱلۡعَدَٰوَةَ وَٱلۡبَغۡضَآءَ فِي ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِ وَيَصُدَّكُمۡ عَن ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَعَنِ ٱلصَّلَوٰةِۖ فَهَلۡ أَنتُم مُّنتَهُونَ


2.      QS Al-Maidah [5] : 32

مِنۡ أَجۡلِ ذَٰلِكَ كَتَبۡنَا عَلَىٰ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفۡسَۢا بِغَيۡرِ نَفۡسٍ أَوۡ فَسَادٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعٗا وَمَنۡ أَحۡيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحۡيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعٗاۚ وَلَقَدۡ جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُنَا بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرٗا مِّنۡهُم بَعۡدَ ذَٰلِكَ فِي ٱلۡأَرۡضِ لَمُسۡرِفُونَ



B.     Terjemah QS Al-Maidah [5] : 90-91 dan Ayat 32
1.      QS Al-Maidah [5] : 90-91

 Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Qs. Al-Ma’idah : 90)
 Artinya: “Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (Qs. Al-Ma’idah : 91)

Kandungan Q.S. al-Maidah ayat 90-91


Q.S. al-Maidah ayat 90
Merupakan seruan atau perintah dan larangan kepada orang-orang yang beriman.
Perbuatan tercela yang terkandung adalah meminum khamar, berjudi, berkurban untuk berhala, mengundi nasib melalui anak panah, dan berjudi.
Perbuatan tercela tersebut merupakan perbuatan setan.
Dengan menjauhi perbuatan-perbuatan tercela, kita akan mendapatkan keberutungan.
Q.S. al-Maidah ayat 91
Setan menginginkan adanya perpecahan dan permusuhan antar umat Islam.
Setan memecah belah umat melalui minuman khamar dan judi.
Perbuatan tercela tersebut dimaksudkan agar kita terlupa dalam mengingat Allah dan beribadah kepada-Nya.
Allah menyuruh orang-orang beriman menjauhi perilaku-perilaku tersebut.
Perilaku Pencerminan Q.S. al-Maidah ayat 90-91

Menaati perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya
Menjauhi semua perilaku tercela, terutama meminum khamar, berjudi, berkurban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah.
Mencegah adanya perpecahan dan permusuhan sesama umat Islam.
Tidak lupa selalu mengingat Allah dan beribadah kepada-Nya.
Manfaat dan Hikmah Berperilaku Sesuai Q.S. al-Maidah ayat 90-91

Terjauhi dari melakukan perbuatan setan.
Akan mendapatkan pahala dan keberuntungan dari Allah Swt.
Tidak terjadi perpecahan dan kebencian sesama umat Islam.
Semakin dekat dengan Allah Swt.

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/12139960#readmore


2.      QS Al-Maidah [5] : 32

Artinya: “Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa yang membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.” (QS. Al-Ma’idah/5: 32)


Poin pertama dari Surat Al Maidah ayat 32, Allah Subhanahu wa Ta’ala menunjukkan besarnya dosa pembunuhan.


Poin kedua dari Surat Al Maidah ayat 32, Allah Subhanahu wa Ta’ala menunjukkan besarnya pahala menjaga nyawa manusia.

Setelah Allah menerangkan besarnya dosa membunuh dan besarnya pahala memelihara nyawa, Dia menegaskan bahwa telah datang rasul-rasulNya dengan membawa bayyinah. Yakni keterangan yang jelas.
Ibnu Katsir menjelaskan, bayyinah adalah hujjah-hujjah, bukti-bukti dan keterangan yang jelas lagi gamblang.
Poin ini adalah kecaman dan hinaan kepada Bani Israil karena mereka melakukan berbagai pelanggaran setelah mereka mengetahui keharamannya. Demikian pula orang-orang Yahudi di masa Rasulullah seperti Bani Qainuqa’, Bani Quraizhah dan Bani Nadhir.
Sungguh Allah telah mengutus para Rasul dengan membawa keterangan yang nyata. Termasuk menjelaskan hukum-hukum terkait pembunuhan ini. Namun banyak di antara Bani Israil yang berlaku melampaui batas dalam melakukan pembunuhan dan tindak kejahatan.
Ayat ini sekaligus mengisyaratkan bahwa apa yang dilakukan oleh Bani Israil di masa dulu, juga dilakukan orang-orang Yahudi di masa Rasulullah hingga hari ini. Banyak di antara mereka yang suka melampaui batas, membunuh dan melakukan tindak kejahatan. Palestina menjadi bukti korban kejahatan mereka.

LEMBAR KERJA SISWA
klik link berikut :
https://docs.google.com/forms/d/1V6qJQ61VYui9l8E_COqz9IQhAYtQTW0t8GuNECnBolQ/edit?chromeless=1
JAWAB DENGAN JAWABAN YANG BENAR..

Share on:
apa yang disana
di dalam hatimu? di dalam fikirmu?
...

sesungguhnya
....


aku tahu bahwa kau
sedang merindukan ku
kekasihmu💐💐💐💐
tenanglah

walaupun dahaga rindu ini
melanda jiwa kita
suatu saat akan berlabuh jua

 saat bertemu kembali
engkau dan aku
akan memadu kasih
dalam balutan cinta mesra

masih ku ingat

ditiap belaian  jemari
terasa begitu syahdu menyentuh rambut ini

ditiap kecupan hangatmu begitu menggetarkan nafasku
mendebarkan jantungku

seakan aku tidak ingin dunia lain, kecuali dunia mu saat itu

sungguh dahsyat karunia Allah ini, tak henti-hentinya
ucapan syukur ini mengalir
subhanallah wabilhamdih, subhanallahil azhim

nikmat Tuhanmu yang manalagi yang kau dustakan

sakinah mawaddah warahmah bersamamu
kekasihku, cintaku, suamiku
Share on:
beberapa hari yang lalu
di sekolah ku terjadi peristiwa kesurupan masal, hanya beberapa orang. sebelum hari itu memang ada satu siswa yang sering ke surupan tapi bisa ditangani dan sebentar.
Dan pada hari itu seorang siswa diganggu oleh teman sekelasnya, di pukul-pukul kepalanya walaupun tidak kuat. menari-nari di depan gadis itu tidak hanya satu tapi dua orang siswa yang memang dikenal nakal mengganggu gadis itu.
pada akhirnya gadis itu terdiam dan marah hingga meronta-ronta walaupun tidak kuat. kemudian terlihat oleh salah seorang guru dan diamankan ke kantor guru. untuk beberapa saat di sana ia bereaksi dan tiba-tiba teman sekelasnya juga kerasukan. bereaksi untuk waktu yang cukup lama. ia meronta-ronta, berteriak, dan matanya merah. ditangani beberapa guru laki-laki dibacakan ayat al-Qur'an untuk menenangkan dan di sugesti untuk tenang namun belum berhasil.
suasana sekolah jadi semakin riuh tatkala siswa lain yang mendengar teriakan gadis itu mulai merasa takut hingga mulai beraksi juga, kata orang itu disebut terjangkit kerasukan. sekitar ada lima belas siswa yang digotong satu persatu ke kantor. ruang kantor menjadi sesak, tiap guru yang di sana mencoba menangani untuk menenangkan siswa yang ketakutan dan kerasukan.
seorang siswa mengantar temannya yang terjangkit karena ketakutan dan dua temannya mengantar itu juga tumbang tiba-tiba lalu menangis dan seorang lagi tertawa.
suasana makin tegang, dengan siswa yang meronta-ronta, dengan siswa yang kejang-kejang, dengan siswa yang berteriak-teriak, dengan siswa yang tertawa, mengangis. cukup sulit untuk tetap tenang di kondisi seperti itu. dan akhirnya siswa dipulangkan karena sibuk menonton bukan ikut menenangkan. itulah keanehan warga, tidak yang tua tidak yang muda. ada keadaan darurat bukan nya menenangkan suasana, berpikir positif atau berusaha membantu dengan tidak menambah repot tapi malah sibuk ingin tahu dan menonton peristiwa itu. sungguh cerminan sikap yang tidak baik.

setelah siswa dipulangkan suasana sekolah agak tenang dan satu persatu orang tua siswa yang bereaksi membawa pulang anaknya. kecuali tinggal 2 siswa yang cukup sulit ditangani sampai sekitar pukul tiga sore baru bisa benar-benar lega dan sekolah benar-benar ditinggalkan pengunjungnya.

di hari berikutnya ternyata kerasukan masih terjadi. disaat baru akan memulai baris berbaris sudah ada siswa yang kerasukan di awali dengan siswa yang kemaren kerasukan masuk ke gerbang sekolah yang menjadi pemicu bagi siswa yang lain yang merasa takut dan akhirnya tumbang dan bereaksi. siswaa kembali dipulangkan lebih awal. dan esoknya siswa diliburkan.
sekolah diamankan disterilkan dengan minta bantuan seorang ustadz dengan meruqiyah lingkungan sekolah.

kesimpulannya adalah. kerasukan itu dipicu oleh kondisi psikis seseorang, seperti sedih atau marah yang berlebihan atau bisa juga karena sombong yang sering disebut takabur. dan diperparah oleh kondisi siswa yang memang berada jin didalam tubuhnya.
pengangannya bisa dengan ditenangkan dan dibacakan doa atau ayat-ayat Allah Swt.
sekian.

Share on:
ini tentang kisah remaja smp di sekolah tempatku mengajar. tentang sepasang remaja dan pasangan lainnya yang mengaku saling menyukai dan mengungkapkan rasa sukanya.
sebernarnya aku tidak pernah setuju dengan para siswaku yang memutuskan untuk saling menjalin hubungan kasih. alasannya seddeerhana, karena mereka masih anak-anak, masih belum mengerti atau memahami arti dari mencintai dan mereka cenderung untuk menganggap hal itu biasa-biasa saja.
walaupun ku akui bahwa terjadi perubahan sikap pada mereka yang memutuskan untuk menjalin hubungan itu. anak-anak itu menjadi lebih tenang, karena biasanya mereka ribut, bercanda, berteriak disela-sela jam pelajaranku. ketika mereka punya pacar, mendapat perhatian dari pacar, mereka seolah-olah mulai memperbaiki sikap, mencoba untuk lebih dewasa. tapi, sesungguhnya menurutku mereka bisa menjadi dewasa dengan sebaik-baiknya cara dan kondisi tanpa perlu melakkukan pacaran.
sepengamatanku, banyak anak yang bersikap dewasa diusia SMP karena kondisi lingkungan keluarga mereka dan lingkungan pergaulan mereka. juga karena mereka adalah anak yang cerdas dan mudah menyerap ilmu.
ada beberapa siswa yang sering curhat denganku tentang, bolehkah pacaran dalam Islam. tentu saja tidak ada yang namanya pacaran dalam Islam. hanya ada pertemanan yang saling menjaga pandangan dan hati dan penyelesaian nya adalah pernikahan.

aku cukup senang dengan beberapa siswa yang memilih untuk tidak pacaran tapi kemudian ia didekati oleh teman laki-lakinya dan mulai lah terjadi perubahan sudut pandang dan itulah awalnya.
setelah didekati kemudian mengobrol intens lalu mulai chat di media sosial lebih sering, si perempuan menjadi lebih tenang dalam pembelajaran begitu juga dengan si laki-lakitapi ini juga membuatku heran, dengan ketenangan itu tidak juga membuat mereka mengalami peningkatan nilai akademik.
efeknya adalah mereka tidak fokus belajar, nilai-nilai menurun dan apalagi kalau mereka sampai putus. minat belajar akan sangat sulit tumbuh kembali.

kesimpulannya adalah, anak remaja memang butuh penyadaran bahwa pacaran itu tidak memberi manfaat nyata. tidak meningkatkan minat belajar ilmu hanya membuat perasaan sedikit bahagia dan banyak beban. dan di sini peran orang tua sangat penting untuk memberikan penyadaran tentu dengan cara yang tepat. karena anak akan tidak suka jika keinginannya ditentang apalagi dengan cara kasar
sekian
Share on:

11 august 2019, all of moslem celebrate their big day, edhul adha. before it, almost moslem do fasting arafah and tarwiyah to follow what their prophet do because Allah.
and in the morning they prepare to salat in mosque. moslem do salat idul adha with happiness. start form panitia to give information how to do salat idul adha.
when all af they are ready to salat start takbir and finish with salam. after salat, they are ready to hear khutbah from khatib.
whe the ceremony is finish. all moslem go to home and ready for cut the cow or goat and can we call qurban.
qurban is ritual of idul adha for moslem who can do it and not must to do for poor man. after cutting the animals the beef or mutton must to give to poor man, widower and the owner of the animal and the person who cut that animal.
many school in indonesia give educate of qurban to their students with collect their money together, when the money enough for buy animal they buy and cut at their school together. and this ceremoney called learn to qurban but not reality of qurban.
Share on:
..suatu hari di SMP N 3 Saka, beberapa siswa membuat janji
A: Teman-teman, besok kita kerumah B ya. Kita selesaikan tugas IPA.
C: Oh, boleh tuh.  B gimana, boleh ndak kita ngerjakan tugas di Rumah mu?
B: Boleh lah. Jam berapa mau kerumah?
C: Jam 3 sore bisa semua kan?
A,C,D: InsyaAllah bisa.
D: eh, tunggu. barang-barang nya di bagi tugas, siapa-siapa yang bawa!
A: oh iya, ok. barangnya itu ada karton kuning, gunting, lem, steroform, spidol merah, biru, coba kalian bisa bawa apa saja.
C: saya bawa steroform ya, butuh 2 kan ya?
D: Iya, saya bawa karton kuning, kertas kilat kayaknya perlu. saya bawa juga
A: Gunting, lem ada di Rumah mu kan B?
B: ada, tapi cuma satu, kalau yang lain punya. bawa aja ya biar cepat selesai
A: oh ok. saya bawa gunting sama lem juga lalu spidol juga saya bawa ya.
D: Sip. semua sudah ya. Besok jam 3 sore insyaAllah kita ke Rumah B ya!
A,B,D:  iya insyaAllah.

rapat singkat penentuan pengerjaan tugas kelompok itu pun selesai. dan mereka bubar ke posisi masing-masing.
******
Ke esokkan harinya di Rumah B
B: Rumah sudah ready, tinggal nunggu teman-teman.  (ucap B dengan girang)
jam menunjukkan 2.45 siang dan satu per satu tim IPA itu berdatangan.
A: Semua sudah kumpul?
B,C,D: Sudaah
A:  Baik, keluarkan alat tugas nya lalu kita mulai dengan menulis teorinya, trus ada yang gunting, nempel. siap?
B,C,D: Siap.
dengan kelengkapan barang dan data, mereka dapat mengerjakan tugas IPA dengan kompak dan tugas pun  selesai pada waktunya.
*********End********
Hikmah yang bisa diambil adalah:
1. Dengan menepati janji, semua orang merasa senang.
2. Pekerjaan pun selesai tepat pada waktunya.
3. Yang paling penting adalah, dengan menepati janji kita telah mencerminkan karakter seorang muslim.

Dialog di atas adalah dialog yang dibuat oleh siswa SMPN3 Saka kelas 9 hanya di edit sedikit dialognya namun alur nya tidak di rubah oleh penulis.

Dialog drama ini diperagakan di kelas ketika pelajaran PAI.





Share on:
Ini kisah tentang sang dara
Yang jelita rupawan
Terasing dalam keramaian
Kisah hidup yang berliku penuh drama dan kasta

Ini kisah sang dara
Ketika berjumpa sang pujaan 
Berbunga hatinya
Dalam kesendirian
Yang tak terucap namun begitu kuat
Seorang diri menanggung rasa
yang selalu dahaga

Sang dara begitu berangan
Hidup bahagia membangun mimpi bersama pujaan
Namun apa nak dikata
Yang dipuja tak kunjung menyapa 
Sang dara didera bimbang tak terkira

Hidup memang tak selalu terkira
Begitu pula kisah sang dara
Penantian nya hampir usai
Dihari yang ditentukan ia akan Dijemput sang pangeran
Namun hatinya begitu gusar
Gundah akan 2 pilihan
Pilihan sang dara ataukah orang tua

Sang dara begitu lama dalam kesendiriannya
Di kesunyian malam, bermalam-malam
Tak henti ia bermunajat agar lepas dari kegundahan
Mengadu pada Ilahi, tempat terbaik untuk mengadu

Ini kisah cinta yang telah ditentukan akhirnya
Dihari janur akan terpasang telah terbayang 
Sekuat rasa sang dara Menegarkan hatinya
Mengamankan kenangan sang pujaan
Meletakkan nya di sudut terdalam hatinya
Dan menyiapkan satu ruang baru di hatinya
Mencoba merangkai bunga mawar indah berduri

Pada kesekian kali ia menata hati
Manghadirkan suatu keyakinan
Bahwa cinta itu akan menyapa nya
Share on:
Bismillahir rahmanir rahim.
Novel pembangun jiwa, karangan ustadz Habiburrahman El Shirazy ini diselesaikan kisahnya pada tanggal 12 Maret 2018. Karya dari salah satu penulis yang berprestasi yang membanggakan Indonesia. Telah banyak menghasilkan karya yang monumental seperti Ayat ayat cinta, ketika cinta bertasbih, pudarnya kecantikan cleopatra  dan novel best seller lainnya.

Pada novelnya kali ini berjudul "Merindu Baginda Nabi" dengan jumlah halaman 176 halaman yang mengisahkan tentang seorang muslimah bernama Syarifatul Bariyyah yang sering disapa Rifa.

Seorang siswa SMA ternama di Kota Malang, Rifa adalah siswa terbaik dengan segudang prestasi. Tidak hanya di sekolahnya namun Rifa juga memiliki aktivitas sosial dengan membantu Abahnya mengelola pesantren kecil disamping rumahnya, Pesantren Darus Sakinah. Rifa juga satu-satunya penerima beasiswa pertukaran pelajar di Sekolahnya ke negeri paman sam, Amerika.

Di awal kisah, Penulis menceritakan kisah kelahiran Rifa yang kemudian ditemukan seorang nenek yang dipanggil mbah Tentrem oleh warga sekitar yang menemukan Bayi Rifa di tong sampah dan kemudian dirawat oleh si Mbok.

Seiring berjalannya waktu, Rifa dirawat oleh orang tua angkatnya dengan penuh kasih sayang. SePeninggalan Mbok Tentrem, mbok berwasiat agar rumahnya dijadikan tempat panti asuhan yang diamanahkan kepada Pak Nur, ayah angkat Rifa untuk dikelola.

Dengan kenangan masa lalu yang menyedihkan Rifa tetap berhusnudzon kepada Allah Swt. Dan menjalani hari-harinya dengan penuh rasa syukur.

Dan dimasa SMA nya itu banyak sekali cobaan yang datang menghampirinya. Mulai dari keirian seorang teman, kasih sayang teman-teman dan kemurnian hatinya menuntun seorang temannya menemui jalan cinta

Novel ini banyak memberikan pelajaran dan hikmah bagi pembacanya. Terutama bagi para anak muda yang sedang mempersiapkan masa depannya. Anak muda memang mudah dipengaruhi oleh lingkungan dan inilah pentingnya membaca novel ini.

Kental dengan pesan moral dan tentu bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dirumah maupun di sekolah.

Share on:
E. GERAKAN DAKWAH MUSLIMAH KAMMI

Mengapa KAMMI perlu memperhatikan isu perempuan, itu bukah
hal yang aneh. Selain secara statistik, jumlah kader perempuan yang
lebih banyak di KAMMI, juga karena Islam sangat memperhatikan isu
perempuan. Di era 1990-an, membicarakan masalah kesetaraan gender
merupakan hal yang tabu di kalangan perempuan. Gagasan kesetaraan
gender masih dianggap pemikiran yang kurang sesuai dengan Islam.
Mustahil menyamakan peran laki-laki dan perempuan karena Allah
menciptakan perempuan dan laki-laki itu berbeda secara fisik dan
psikologi. Islam dan gerakan feminisme menjadi dua gerakan yang
bertentangan.
Gerakan Islam memandang gagasan feminisme bertentangan dengan
syariat. Ayat yang selalu diperdebatkan adalah “al-rijaalu qowwamuna
‘ala nisa.” Bahwa laki-laki itu pemimpin bagi kaum wanita. Jadi, sangat
dilarang seorang perempuan menjadi pemimpin di sebuah organisasi
selama di sana masih ada laki-laki. Lebih baik memilih laki-laki meskipun
kurang kafa’ah (mampu) daripada perempuan meskipun kafa’ah.
 Para feminis juga selalu mencibir tokoh-tokoh Islam yang beristri
banyak dan membatasi ruang santriwati. Islam mengurung perempuan￾perempuan cerdas di rumah-rumah dan madrasah khusus. Setinggi
apapun tupai melompat, akhirnya kembali ke sarangnya juga. Setinggi￾tinggi perempuan sekolah, akhirnya jadi ibu rumah tangga saja. Itulah
pertarungan ideologi yang belum berujung hingga saat ini.
Sebagai sebuah gerakan ideologi, benturan terhadap berbagai
pemikiran itu hal biasa. Pertanyaannya adalah di mana posisi gerakan
dakwah muslimah KAMMI? Apakah muslimah KAMMI juga akan
mengambil posisi yang berseberangan di ekstrem kanan?
Yang menarik dalam pertarungan pemikiran kesetaraan gender itu
adalah bahwa fakta yang dibicarakan adalah sama. Perempuan tertinggal
dalam hal pendidikan dari laki-laki. Buruh perempuan digaji lebih kecil
dari laki-laki. Kekerasan dalam rumah tangga lebih banyak disebabkan
oleh laki-laki. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi.
Jika terjadi PHK besar-besaran, maka perempuan-perempuan
bekerja untuk menghidupi keluarga. Akibat urbanisasi, perempuan￾perempuan desa pergi ke luar negeri, demi pendidikan anak-anaknya.
Faktanya sama, tetapi gerakan perempuan masih berkutat dalam
pertarungan ideologi. Sementara potret perempuan Indonesia tetap
tidak banyak berubah.

E.1. Kiblat ke Konvensi CEDAW
Konseptualisasi feminisme berasal dari Barat pada abad ke-18 oleh
Mary Wholestonecrat dalam tulisannya A Vindication of The Right of
Women. Feminisme yang selama ini ditentang oleh gerakan dakwah
Islam adalah gerakan feminisme radikal. Gerakan ini memposisikan
laki-laki sebagai penindas perempuan. Cara pendang ini melahirkan
konsep-konsep kesetaraan gender yang bersifat perlawanan terhadap
laki-kali sehingga konsep ini kurang diterima masyarakat luas bahkan
oleh perempuan sendiri.
Selain gerakan feminisme radikal, banyak pemikiran lain yang lebih
moderat memandang laki-laki sebagai partner perempuan. Karena
partner, maka pola relasinya harus saling menguntungkan. Pendekatan
yang digunakan juga mengacu pada kesepakatan universal, misalnya hak asasi manusia (HAM).
 Saat ini jaringan gerakan perempuan di dunia bergerak mengacu
pada Konvensi PBB tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi
terhadap perempuan (CEDAW-Convention on the Elimination of all
forms of Discrimination Against Women). Prinsip yang dipegang dalam
CEDAW adalah non-diskriminatif, keadilan substansitif dan kewajiban
negara. CEDAW disepakati tahun 1979 dan diratifikasi Indonesia dengan
UU No 7 Tahun 1984.
Yang dimaksud diskriminasi menurut CEDAW adalah “pembedaan,
pengucilan dan pembatasan yang dibuat atas dasar jenis kelamin yang
mempunyai pengaruh dan tujuan untuk mengurangi atau menghapuskan
pengakuan, penikmatan atau penggunaan hak asasi manusia dan
kebebasan pokok di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, sipil atau
apa pun lainnya oleh kaum perempuan terlepas dari status perkawinan
mereka atas dasar persamaan antara laki-laki dan perempuan.”

E.2. KAMMI dan Kesetaraan Gender
Konvensi CEDAW berisi tentang hak perempuan dalam bidang
sipil dan politik, ekonomi, sosial dan budaya, serta hak sama dalam
perkawinan. Konvensi CEDAW adalah gerakan isu perempuan yang
berkembang di dunia saat ini. Lalu di mana posisi KAMMI?
Gerakan dakwah muslimah KAMMI sudah semestinya menjadi
gerakan terbuka, jika ingin melakukan transformasi gagasan dalam
konteks keindonesiaan. Gerakan dakwah muslimah KAMMI semestinya
bisa bersinergi dengan gerakan perempuan yang lain di Indonesia.
KAMMI bisa bersinergi dalam isu-isu yang universal.
Namun demikian, prinsip yang harus tetap dipegang adalah syariah
Islam. Selama tidak bertentangan dengan syariah, KAMMI bisa
berkolaborasi dengan gerakan perempuan yang lain. Dengan bersinergi,
diharapkan perubahan yang dihasilkan akan memiliki pengaruh yang
lebih signifikan.
Kekhasan dakwah muslimah KAMMI yang bisa dikembangkan
adalah bahwa aktivis KAMMI didominasi generasi muda dari kelompok
intelektual. Dengan demikian, KAMMI punya potensi untuk menjadi
motor penggerak perjuangan perempuan di Indonesia bahkan di dunia islam
 Untuk memenuhi panggilan gerakan itu, dakwah muslimah KAMMI
perlu lima hal pokok. Pertama, pembinaan kader. Aspek pembinaan
mutlak diperlukan oleh kader KAMMI. Kebutuhan pokok pembinaan
kader adalah bagaimana kader KAMMI bisa mendidik keluarganya
menjadi keluarga yang menegakkan Islam. Tugas itu sesungguhnya sangat
strategis dalam gerakan perempuan. Jika dalam stigma perempuan tak
perlu sekolah tinggi, bagaimana akan lahir
anak-anak yang cemerlang jika ibunya tak
memiliki pengetahuan yang luas. Seorang
pemimpin besar akan lahir dari orang tua
yang visioner.
Untuk mengemban misi besar,
diperlukan kader bervisi besar dan
berkemampuan handal. Karena itu
pengembangan potensi muslimah harus
dilakukan secara sistematis dan kontinu.
Pembinaan kader bisa dilakukan melalui
halaqah-halaqah, seminar, diskusi,
penerbitan dan berbagai pelatihan.
Kedua, pengembangan pemikiran. Sebagai sebuah gerakan
pemikiran, maka KAMMI wajib melakukan kajian-kajian untuk menggali
bagaimana Islam menyelesaikan masalah-masalah perempuan.
Bagaimana menggali bagaimana Islam menjamin keadilan antara laki￾laki dan perempuan. Kajian-kajian tersebut didasarkan pada al-Quran,
Hadits, Sirah dan ijtihad para ulama. Jika KAMMI tak memiliki basis
ideologi dalam bidang gerakan pembebasan perempuan, maka KAMMI
bisa terseret gerakan ideologi yang lain—baik ekstrem kiri maupun
kanan.
Kajian-kajian ilmiah tentang isu-isu aktual perempuan, misalnya
soal diskriminasi dan hak asasi manusia atau tentang kiprah perempuan
di dunia politik. Tentu saja kaum feminis ada yang mengatakan bahwa
agama merupakan salah satu kendala dalam upaya pencapaian kesetaraan
gender, maka tugas KAMMI adalah untuk meluruskan hal itu. Jika tidak
ada pemikiran baru soal bagaimana Islam memperlakukan wanita, maka
fakta-fakta lapangan bahwa selalu ada diskriminasi perempuan dalam
syariah Islam itu akan selalu terdengar.
Salah satu fenomena menarik dalam sebuah pertemuan peneliti, dikatakan bahwa sebagian besar Perda Syariah di Indonesia diskriminatif
terhadap perempuan. Bukahkah Islam agama yang sempurna? Tidak
mungkin Allah menciptakan sebuah aturan yang bertentangan dengan
nilai kemanusiaan. Namun demikian, bantahan itu perlu dituliskan
dalam sebuah konsepsi yang jelas bukan hanya sangkalan atas pemikiran
para feminis.
Jadi, harus ada konseptualisasi kesetaraan gender dalam Islam
yang jelas berdasarkan al-Quran, Hadist, Sirah dan Ijtihad para ulama.
Sesudah itu kemudian perlu ada konseptualisasi gerakan dakwah
muslimah yang diperjuangkan. Konsep inilah yang nanti akan menjadi
sarana komunikasi dalam bersinergi dengan gerakan pemikiran gender
yang lain.
Ketiga, penyebaran pemikiran (nasyr al-fikroh). Setelah melakukan
kajian, penelitian tentang kesetaraan gender yang diperjuangkan,
KAMMI perlu melakukan penyebaran pemikiran. Semakin banyak
orang tahu tentang gerakan perempuan KAMMI, semakin terbuka ruang
kerjasama yang bisa dimanfaatkan. Semakin sering berbenturan dengan
gerakan yang lain, semakin tajam pemikiran. Karena sebuah gagasan
perubahan harus diuji seberapa efektif untuk menyelesaikan persoalan
dan seberapa luas konsep tersebut diterima sebagai sebuah kebenaran.
Penyebaran pemikiran bisa dilakukan dengan membuat penerbitan,
menulis di media cetak, seminar, diskusi online, atau ikut dalam
pertemuan internasional yang membahas permasalahan gender.
Keempat, advokasi masalah perempuan. Selain kajian-kajian,
KAMMI perlu untuk melakukan kegiatan advokasi langsung
permasalahan perempuan. Advokasi bisa dua macam; pelayanan
langsung pada perempuan yang menjadi korban dan mendorong
perubahan kebijakan responsif perempuan. Keduanya penting untuk
membangun gerakan yang mengakar.
Kegiatan pelayanan yang langsung bersentuhan dengan perempuan
penting untuk membangun sensitivitas terhadap persoalan yang
sesungguhnya. Langkah ini merupakan langkah jangka pendek yang
diperlukan. Gerakan pemikiran memerlukan praktek langsung di
lapangan, supaya gagasan perubahan itu tak jadi menara gading.
Program ini juga bisa menjadi solusi jumudnya perjuangan ketika
gerakan pemikiran ini berbanturan dengan kondisi yang ada sehingga seakan-akan tak ada hasil. Bersentuhan langsung dengan diskriminasi
itu sendiri akan menjadi sarana ideologisasi gerakan bagi para kader.
Program yang tak kalah penting adalah advokasi kebijakan. KAMMI
sebagai gerakan politik memiliki kemampuan untuk mendorong adanya
perubahan kebijakan oleh negara. Keadilan gender harus dilembagakan
dengan berbagai peraturan, prosedur dan tata pemerintahan dari tingkat
pusat hingga pemerintah lokal. Advokasi UU Pornografi merupakan
salah satu contoh gerakan perempuan di Indonesia.
Kelima, pemberdayaan perempuan sebagai langkah preventif jangka
panjang dan pembangkitan kesadaran perempuan itu sendiri. Ini bukan
bermaksud menyaingi laki-laki dalam tanggungjawabnya memberikan
nafkah bagi kaum perempuan—bagi yang sudah berkeluarga. Ratna
Megawangi (1999) menerangkan bahwa ada dua kelompok besar dalam
diskursus feminisme mengenai persoalan gender, dan keduanya saling
bertolak belakang. Pertama adalah feminis yang mengatakan, konsep
gender adalah konstruksi sosial, sehingga perbedaan jenis kelamin
tidak perlu mengakibatkan perbedaan peran dan perilaku dalam tataran
sosial.
Namun ada juga sekelompok feminis yang lainnya yang menganggap
bahwa perbedaan jenis kelamin akan selalu berdampak terhadap
konstruksi konsep gender dalam kehidupan sosial, sehingga akan selalu
ada jenis-jenis pekerjaan berstereotip gender. Jadi kalau dilihat dari sini,
para pegiat feminisme juga masih terpecah-pecah dalam menafsirkan
persoalan gender itu sendiri.
Hal ini bukan bermaksud mengamini ajaran kaum feminis yang
sedang berkembang pesat, namun di sini para muslimah KAMMI lebih
melihat dari realita, kebutuhan, dan kenyataan yang ada. Seringkali kita
hanya mendengar isu penolakan terhadap persoalan feminisme serta
konsep kesetaraan gender yang telah digulirkan, namun terkadang
perlakuan berkebalikan, kita sendiri tak pernah mau tahu dengan akar
permasalahan yang seringkali melilit para erempuan dewasa ini.
Peran dan kontribusi muslimah KAMMI sangatlah dibutuhkan
dalam usaha peningkatan kualitas perempuan Indonesia. Kontribusi
yang tidak hanya berupa sumbangsih analisis dan pemikiran, namun
juga implementasi konkret. Salah satu persoalan perempuan yang kerap
menjadi permasalahan klasik penindasan perempuan yang sampai saat ini belum terselesaikan. Gerakan ini memang sudah sering disuarakan,
namun jika benar-benar terimplementasikan, maka akan bisa menjadi
langkah preventif jangka panjang perempuan-perempuan bangsa ini
untuk semakin memantapkan diri di segala situasi dan kondisi.
Sebuah keharusan bagi muslimah KAMMI sebagai salah satu
elemen perempuan intelektual bangsa, dapat mengambil peran ini.
Setelah empat tahapan di atas—yaitu pembinaan kader, pengembangan
pemikiran, penyebaran pemikiran, dan tataran advokasi—maka perlu
ada gerakan nyata dan menyentuh dalam upaya memberi bekal skill
terhadap perempuan Indonesia sebagai langkah menuju kemandirian
perempuan.
Muslimah KAMMI harus sadar, bahwa tidak selamanya di sebelah
seorang perempuan akan selalu ada laki-laki yang mendampinginya, ini
kerap baru disadari ketika muslimah dihadapkan dengan permasalahan
di lapangan, ada perempuan yang menjadi pekerja seks komersial (PSK)
hanya karena mereka tidak berdaya ketika suami mereka sakit keras
atau telah meninggal dunia, mereka tidak terlatih untuk mandiri dan
kerap tak mempunyai skill untuk sebuah gantungan hidupnya bersama
dengan keluarganya. Pastinya kita akan miris saat melihat realita itu.
Satu contoh persoalan perempuan itu, muslimah KAMMI harus
tetap mempertahankan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu
solusi nyata. Memang gagasan ini tidak baru, bahkan tergolong klasik,
namun sebagai kaum intelektual, muslimah KAMMI tentunya harus bisa
mengawal agar benar-benar terwujudnya pemberdayaan perempuan
Indonesia ini.
Secara teknis Muslimah KAMMI bisa terjun ke lapangan untuk
memberikan sosialisasi awal menuju perempuan berdaya ini, memberikan
penyadaran tentang pentingnya perempuan berdaya. Selanjutnya
pemberian bekal pelatihan-pelatihan maupun pendampingan kelompok￾kelompok perempuan yang bersinergi dengan pihak-pihak terkait, baik
swasta maupun pemerintahan. Sehingga diharapkan meskipun hanya
tinggal di rumah, setidaknya mereka sudah mempunyai bekal dan
bahkan bisa tetap menghasilkan sesuatu, terutama dalam membantu
perekonomian keluarganya. Sebagaimana ucapan istri terkasih Baginda
Rasul, Aisyah ra., “Tidak ada celanya aku tinggal di rumah, tetapi yang aku lakukan ini untuk kebaikan manusia”.

Ijtihad Membangun Basis Gerakan hal 97-102
Share on:


"Jangan Lupa Bahagia"
kalimat ini, dikirim oleh seseorang dari chat WA untuk ku
kenapa ada kalimat ini
dari perspektifku

mungkin dalam dunia dakwah ini
tidak banyak tersedia pos-pos bahagia
setiap kali melangkah,
barangkali yang kita temui adalah,
bilik Siaga atau bilik Planing B
atau bilik Duri dalam daging
atau bahkan bilik Futur


Tapi mungkin
kita benar-benar lupa
bahwa
tiap langkah selalu 
sepaket dengan bahagia


Share on:
  • ← Previous post
  • Next Post →
  • di ruang ini ku tuliskan berbagai inspirasi baik hayalan maupun kisah tentang aku dan bumi ku.
  • Hi, aku Dewi Indrawati. Penghuni Bumi Khatulistiwa, Tinggal di Kubu Raya berlokasi di Parit Baru .
140x140

Dindrawati

Pemilik Ruang
Facebook Twitter Gplus RSS
Labels
  • cerpen
  • Mapel Mulok
  • Petuah
  • Reales
  • Resume
  • Sajak
latest posts
latest comments
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Portal Baca

Ruang Baca buat mu dan ruang berbagi buat ku

  • Home
Created By SoraTemplates | Distributed By MyBloggerThemes